Kuda LumpingKarya Bakti Group atau bahasa populernya di DESA CONDONG CAMPUR, adalah Ebeg adalah seni tradisional seperti yang ada di daerah2 lain di Jawa. Untuk di DESA CONDONG CAMPUR, sendiri, seni kuda lumping masih sangat klasik, belum terjamah oleh seni modern, tapi justru yang klasik ini malah di mata masyarakat di lestarikan, karena itu warisan nenek moyang. Seperti umumnya, kuda lumping di mainkan oleh 12 orang yang menunggang kuda memakai kostum ksatria, 2 orang memainkan barong,dan 2 orang lagi memakai topeng yang di sebut cepet dan penthul yang biasa ngelawak. Kuda disini bukan kuda beneran tapi kuda kepang, atau kuda lumping, yaitu gambar kuda yang terbuat dari anyaman bambu, kemudian di bentuk menyerupai kuda, dan di beri warna. Musik yang mengiringi berupa seperangkat gamelan , dan di lengkapi juga dengan wawanggana atau sinden. Gending – gending yang di bawakan biasanya juga gending- gending klasik pada umumnya. Pada seni ini juga ada acara kesurupan, setelah mengiringi beberapa gending, biasanya di adakan janturan (memasukkan roh halus pada para pemain) sehingga para pemain kesurupan. Dan satu persatu di sembur, atau di timbul agar tersadar dari kesurupan nya. Dalam pementasan ini juga harus di sediakan macam macam sesaji di meja kusus sajen, untuk ngasih makan para roh halus yang masuk ke dalam tubuh para pemain. Pementasan kuda lumping ini biasanya pada saat saat tertentu, yaitu pada tanggal 17 agustus, dan di hari – hari lain kalo ada yang nanggap. Untuk tarifnya cukup murah, dan permainan lumayan atraktif. Bagi anda yang ingin menyaksikan pertunjukan ini, silahkan datang ke DESA CONDONG CAMPUR, pada tanggal 17 agustus, atau di hari – hari lain kalau pas ada undangan pentas. Kuda lumping (EBEG) Karya Bakti Group Desa CONDONG CAMPUR Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen Pimpinan Bapak Madarjo.